🫛 Unit 8: Biji dan Penyebarannya

Unit 8: Biji dan Penyebarannya ini akan menjelaskan tentang fungsi, bagian-bagian, mekanisme penyebaran, dan adaptasi biji.

Sumber: Gardening Know How

Fungsi Biji

Fungsi biji pada tumbuhan secara umum adalah :

  1. Biji mengandung embrio tumbuhan baru sehingga memungkinkan tumbuhan berkembang biak
  2. Biji biasanya memiliki endosperma atau kotiledon yang menyimpan makanan (karbohidrat, lemak, protein) untuk menunjang pertumbuhan embrio sampai mampu melakukan fotosintesis sendiri
  3. Biji bisa menyebar ke tempat baru melalui angin, air, hewan, atau mekanisme lain, sehingga meningkatkan peluang tumbuh di lingkungan yang cocok
  4. Biji dilapisi oleh kulit biji (testa) yang keras atau tebal untuk melindungi embrio dari kerusakan mekanis, kekeringan, dan hama

Bagian-Bagian Biji

Umumnya biji terdiri atas bagian-bagian dengan fungsi berikut :

Sumber: edubio.info

  • Kulit biji (Seed coat/Testa), melindungi biji dari kerusakan mekanis, kekeringan, dan serangan hama atau mikroorganisme
  • Poros embrio (Hilum/Micropyle), titik masuknya air saat proses perkecambahan; menjadi penghubung embrio dengan biji induk saat pembentukan biji
  • Radikula (Radicle), bagian embrio yang akan berkembang menjadi akar primer saat biji berkecambah
  • Plumula, bagian embrio yang akan berkembang menjadi batang dan daun pertama saat biji berkecambah
  • Kotiledon (Seed leaf/Daun lembaga), menyimpan cadangan makanan untuk embrio atau membantu fotosintesis awal pada biji berkecambah (tergantung jenis tumbuhan)
  • Endosperm, menyediakan cadangan makanan tambahan berupa karbohidrat, protein, atau lemak untuk embrio
  • Seludang/Jaringan buah (Perisperm/Tegmen), melindungi biji dan menambah cadangan makanan (pada biji tertentu)

Mekanisme Penyebaran Biji dan Adaptasinya

Untuk mengurangi persaingan, biji memiliki berbagai cara penyebaran. Mekanisme ini dibantu oleh angin, air, hewan, manusia, atau melalui peledakan buah, disertai adaptasi khusus agar penyebaran dapat berhasil.

Anemokori (Angin)

  • mekanisme dengan cara biji berpindah karena hembusan angin, angin bisa membawa biji jauh jika bijinya ringan atau punya sayap/bulu halus
  • adaptasi dengan biji kecil dan ringan, terdapat sayap/bulu halus dan tipis untuk memperlambat jatuh ke tanah
  • contoh: kapuk, alang-alang, dandelion, dan palahlar

Sumber: Good News From Indonesia

Hidrokori (Air)

  • mekanisme dengan cara biji atau buah jatuh ke air lalu terbawa arus, bisa mengapung dan berpindah ke tempat lain
  • adaptasi dengan kulit biji keras, kedap air, ringan, dan buah berserat/berongga
  • contoh: kelapa, nipah, teratai, dan mangrove

Sumber: Good News From Indonesia

Zoochori (Hewan)

  • mekanisme dengan cara biji dibawa hewan, baik menempel di tubuh atau dimakan lalu keluar lewat kotoran
  • adaptasi dengan biji berduri/berbulu, biji keras, dan buah manis/berdaging
  • contoh: putri malu, rambutan, dan jambu biji

Sumber: Pinterest

Antropokori (Manusia)

  • mekanisme dengan cara biji berpindah karena aktivitas manusia, baik sengaja (ditanam) maupun tidak sengaja (terbawa pakaian/peralatan)
  • adaptasi dengan buah/biji bisa dimanfaatkan manusia, biji tahan kering
  • contoh: padi, jagung, kedelai, dan kopi

Sumber: Corteva.id

Autochori (Ledakan Buah)

  • mekanisme dengan cara buah kering pecah/meletup dan bijinya terlempar menjauh dari induknya
  • adaptasi dengan buah polong kering dan kulit mengeras/mengering, biji kecil dan keras
  • contoh: kembang merak, petai cina, dan kedelai

Sumber: FaktualNews.co

Referensi:

wpChatIcon
DAFTAR ISI