Unit 3: Dikotil dan Monokotil ini akan menjelaskan tentang kategori pengklasifikasian angiospermae ke dalam kelompok dikotil atau monokotil.
Sumber: Science Facts
Berdasarkan ciri morfologi (sistem tradisional), angiospermae diklasifikasikan menjadi dua, yaitu dicotyledoneae (dikotil) dan monocotyledoneae (monokotil). Sedangkan, menurut sistem modern, yaitu APG (Angiosperm Phylogeny Group) yang didasarkan oleh data molekuler dan evolusi (filogeni), angiospermae dibagi menjadi 5 kelompok besar, yaitu:
Basal angiosperms (kelompok paling awal, misalnya Amborellales dan Nymphaeales)
Magnoliids (misalnya cempaka, lada, dan kenanga)
Monocots (monokotil sejati, misalnya padi, kelapa, dan anggrek)
Eudicots (eudikotil sejati, misalnya mangga, kacang, dan mawar)
Kelompok kecil lainnya (misalnya Ceratophyllales)
Namun, dalam pembelajaran ini, kita akan menggunakan sistem tradisional, yaitu pengelompokkan angiospermae berdasarkan ciri morfologi (monokotil dan dikotil).
Pengelompokkan Angiospermae
Angiospermae secara tradisional dikelompokkan menjadi dua golongan utama, yaitu monokotil dan dikotil, berdasarkan jumlah kotiledon atau daun lembaga pada bijinya. Perbedaan ini tidak hanya terlihat dari struktur biji, tetapi juga dari ciri morfologi lainnya seperti sistem perakaran, pola tulang daun, susunan berkas pengangkut pada batang, keberadaan kambium, serta jumlah bagian bunga.
Tabel Klasifikasi Monokotil dan Dikotil berdasarkan Ciri Morfologi