Unit 8: Biji dan Penyebarannya ini akan menjelaskan tentang fungsi, bagian-bagian, mekanisme penyebaran, dan adaptasi biji.
Sumber: Gardening Know How
Fungsi Biji
Fungsi biji pada tumbuhan secara umum adalah :
Biji mengandung embrio tumbuhan baru sehingga memungkinkan tumbuhan berkembang biak
Biji biasanya memiliki endosperma atau kotiledon yang menyimpan makanan (karbohidrat, lemak, protein) untuk menunjang pertumbuhan embrio sampai mampu melakukan fotosintesis sendiri
Biji bisa menyebar ke tempat baru melalui angin, air, hewan, atau mekanisme lain, sehingga meningkatkan peluang tumbuh di lingkungan yang cocok
Biji dilapisi oleh kulit biji (testa) yang keras atau tebal untuk melindungi embrio dari kerusakan mekanis, kekeringan, dan hama
Bagian-Bagian Biji
Umumnya biji terdiri atas bagian-bagian dengan fungsi berikut :
Sumber: edubio.info
Kulit biji (Seed coat/Testa), melindungi biji dari kerusakan mekanis, kekeringan, dan serangan hama atau mikroorganisme
Poros embrio (Hilum/Micropyle), titik masuknya air saat proses perkecambahan; menjadi penghubung embrio dengan biji induk saat pembentukan biji
Radikula (Radicle), bagian embrio yang akan berkembang menjadi akar primer saat biji berkecambah
Plumula, bagian embrio yang akan berkembang menjadi batang dan daun pertama saat biji berkecambah
Kotiledon (Seed leaf/Daun lembaga), menyimpan cadangan makanan untuk embrio atau membantu fotosintesis awal pada biji berkecambah (tergantung jenis tumbuhan)
Endosperm, menyediakan cadangan makanan tambahan berupa karbohidrat, protein, atau lemak untuk embrio
Seludang/Jaringan buah (Perisperm/Tegmen), melindungi biji dan menambah cadangan makanan (pada biji tertentu)
Mekanisme Penyebaran Biji dan Adaptasinya
Untuk mengurangi persaingan, biji memiliki berbagai cara penyebaran. Mekanisme ini dibantu oleh angin, air, hewan, manusia, atau melalui peledakan buah, disertai adaptasi khusus agar penyebaran dapat berhasil.
Anemokori (Angin)
mekanisme dengan cara biji berpindah karena hembusan angin, angin bisa membawa biji jauh jika bijinya ringan atau punya sayap/bulu halus
adaptasi dengan biji kecil dan ringan, terdapat sayap/bulu halus dan tipis untuk memperlambat jatuh ke tanah
contoh: kapuk, alang-alang, dandelion, dan palahlar
Sumber: Good News From Indonesia
Hidrokori (Air)
mekanisme dengan cara biji atau buah jatuh ke air lalu terbawa arus, bisa mengapung dan berpindah ke tempat lain
adaptasi dengan kulit biji keras, kedap air, ringan, dan buah berserat/berongga
contoh: kelapa, nipah, teratai, dan mangrove
Sumber: Good News From Indonesia
Zoochori (Hewan)
mekanisme dengan cara biji dibawa hewan, baik menempel di tubuh atau dimakan lalu keluar lewat kotoran
adaptasi dengan biji berduri/berbulu, biji keras, dan buah manis/berdaging
contoh: putri malu, rambutan, dan jambu biji
Sumber: Pinterest
Antropokori (Manusia)
mekanisme dengan cara biji berpindah karena aktivitas manusia, baik sengaja (ditanam) maupun tidak sengaja (terbawa pakaian/peralatan)
adaptasi dengan buah/biji bisa dimanfaatkan manusia, biji tahan kering
contoh: padi, jagung, kedelai, dan kopi
Sumber: Corteva.id
Autochori (Ledakan Buah)
mekanisme dengan cara buah kering pecah/meletup dan bijinya terlempar menjauh dari induknya
adaptasi dengan buah polong kering dan kulit mengeras/mengering, biji kecil dan keras