🐝 Unit 9: Reproduksi Generatif

Unit 9: Reproduksi Generatif ini akan menjelaskan tentang tahapan, hasil, kelebihan, kekurangan, dan faktor keberhasilan reproduksi generatif.

Sumber: iStock

Definisi Reproduksi Generatif

Reproduksi generatif adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan melibatkan peleburan sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin betina (ovum). Hasil akhirnya berupa biji, yang bisa tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Angiospermae (tumbuhan berbunga) memiliki siklus hidup yang terdiri dari :

  • Fase sporofit (2n) => fase ini dominan, yaitu bentuk tumbuhan yang biasa kita lihat sehari-hari
  • Fase gametofit (n) => fase kecil (fase ini terdapat di bunga) yang menghasilkan sel kelamin (gamet)

Tahapan Reproduksi Generatif

Tahapan reproduksi generatif pada tumbuhan berbunga berlangsung mulai dari pembentukan sel kelamin hingga terbentuknya biji. Proses ini melibatkan bagian-bagian bunga seperti benang sari dan putik. Dengan memahami tahapan ini, kita dapat mengetahui bagaimana biji dihasilkan.

Sumber: kependidikan.com

Pembentukan Gamet (Gametogenesis)
  • Gamet jantan => terbentuk di dalam antera (kepala sari) melalui mikrosporogenesis, menghasilkan serbuk sari. Di dalam serbuk sari ada 2 inti sperma.
  • Gamet betina => terbentuk di dalam ovulum (bakal biji) melalui megasporogenesis. Hanya satu megaspora (spora betina) yang bertahan dan berkembang menjadi kantung embrio yang berisi sel telur, inti kutub, sinergid, dan antipoda.
Penyerbukan (Polinasi)
  • Serbuk sari dipindahkan dari antera (kepala sari) ke stigma (kepala putik). Biasanya dibantu angin, air, serangga, burung, manusia, atau lainnya.
  • Setelah menempel di stigma, serbuk sari berkecambah dengan membentuk tabung serbuk sari (pollen tube) yang tumbuh memanjang menembus tangkai putik menuju ovulum.
  • Untuk mencegah pembuahan sendiri, banyak tumbuhan memiliki mekanisme inkompatibilitas supaya lebih sering terjadi penyerbukan silang.
Pembuahan (Fertilisasi Ganda)
  • Tabung serbuk sari membawa 2 sperma masuk ke kantung embrio :
    • Satu sperma + sel telur => zigot (embrio, 2n)
    • Satu sperma + inti kutub => endosperma (cadangan makanan, 3n)
  • Pembuahan ganda ini adalah ciri khas angiospermae
Pembentukan Biji
  • Zigot berkembang menjadi embrio (calon tumbuhan baru)
  • Endosperma berkembang sebagai cadangan makanan
  • Integumen bakal biji berubah menjadi kulit biji
  • Ovulum berubah menjadi biji utuh
Perkembangan Buah
  • Dinding ovarium (bakal buah) bunga berkembang menjadi buah
  • Buah berfungsi melindungi biji dan membantu penyebaran (oleh angin, air, hewan, atau manusia)

Sumber: Rumah Belajar Kamil

Hasil Reproduksi Generatif

Hasil dari reproduksi generatif akan berkembang menjadi bagian-bagian berikut :

  • Zigot => embrio (calon tumbuhan baru)
  • Endosperma => cadangan makanan bagi embrio
  • Bakal biji/ovulum => biji.
  • Bakal buah/ovarium => buah yang melindungi biji

Kelebihan Reproduksi Generatif pada Angiospermae

Reproduksi generatif pada tumbuhan angiospermae memiliki beberapa kelebihan yang mendukung keberlangsungan dan keanekaragaman jenisnya, yaitu :

  • Menghasilkan keragaman genetik

Karena melibatkan peleburan gamet jantan dan betina dari individu berbeda, reproduksi generatif menghasilkan keturunan dengan kombinasi sifat baru yang membuat tumbuhan lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan.

  • Cadangan makanan untuk embrio

Hasil pembuahan ganda membentuk endosperma sebagai penyimpan nutrisi sehingga embrio memiliki peluang hidup lebih tinggi saat perkecambahan.

  • Perlindungan biji oleh buah

Buah yang terbentuk tidak hanya melindungi biji dari kerusakan fisik dan kekeringan, tetapi juga membantu penyebarannya ke tempat baru melalui angin, air, hewan, atau manusia.

  • Peluang persebaran luas

Adanya berbagai bentuk biji dan buah memungkinkan tumbuhan berpindah ke habitat baru, misalnya biji ringan yang terbawa angin atau buah manis yang dimakan hewan lalu bijinya tersebar.

Kekurangan Reproduksi Generatif pada Angiospermae

Reproduksi generatif pada tumbuhan Angiospermae memiliki beberapa kekurangan yang dapat memengaruhi keberlangsungan proses reproduksinya, yaitu :

  • Membutuhkan waktu lebih lama

Harus melalui proses pembentukan bunga, penyerbukan, pembuahan, hingga biji tumbuh jadi individu baru.

  • Bergantung pada faktor luar

Keberhasilan sangat dipengaruhi angin, air, hewan, atau manusia sebagai agen penyerbuk/pembawa biji. Jika tidak ada agen, pembuahan bisa gagal.

  • Risiko kegagalan tinggi

Bisa terjadi inkompatibilitas, serbuk sari tidak sampai ke putik, atau biji gagal berkecambah karena kondisi lingkungan tidak sesuai.

  • Jumlah keturunan lebih sedikit

Dibanding beberapa cara vegetatif, karena tidak semua bunga berhasil menghasilkan biji yang tumbuh.

Faktor Keberhasilan Reproduksi Generatif

Agar semua tahap di atas berhasil dengan baik, ada beberapa hal penting yang harus terpenuhi, diantaranya :

  • Ketersediaan penyerbuk

Kehadiran angin, air, serangga, burung, atau manusia sangat penting agar serbuk sari bisa mencapai putik.

  • Lingkungan yang sesuai

Suhu, cahaya, dan kelembapan harus mendukung agar bunga dapat berkembang dengan normal dan biji bisa berkecambah.

  • Kesehatan tumbuhan induk

Tumbuhan yang sehat menghasilkan bunga, serbuk sari, dan ovulum yang subur sehingga peluang pembuahan lebih besar.

  • Tidak adanya hambatan genetik

Menghindari inkompatibilitas agar tabung serbuk sari dapat tumbuh hingga mencapai bakal biji.

  • Perlindungan biji dan buah

Buah dan kulit biji yang terbentuk harus kuat melindungi embrio hingga waktunya perkecambahan.

Referensi:

wpChatIcon
DAFTAR ISI